Tanaman sorgum

24 June 2014

 

Masyarakat Indonesia sangat bergantung pada komoditas pangan beras dan produk impor. Salah satu contohnya adalah bahan utama pembuatan mie instan yaitu gandum yang bukan tanaman asli Indonesia. Hal ini dapat menjadi permasalahan yang kompleks seperti ketergantungan impor pangan dan pertanian monokultur serta terpuruknya potensi pangan tradisional yang pada akhirnya akan menjadi ancaman ketahanan pangan nasional. Upaya meningkatkan kebutuhan pangan, tanaman sorgum dapat dikembangkan di Indonesia sebagai alternatif pangan lokal selain beras. Pengembangan tanaman ini di nilai mampu mencegah kebijakan impor beras dan gandum yang dilakukan pemerintah.

dokmaidogma.wordpress.com

 

Tanaman sorgum (Sorghum bicolor) merupakan tanaman graminae yang mampu tumbuh hingga 6 meter. Tanaman ini memiliki adaptasi luas dan tahan terhadap kekeringan. Sorgum berasal dari Afrika dan dibudidayakan pertama kali sekitar seratus tahun yang lalu di Afrika Tengah bagian timur, yaitu antara Ethiopia dan Sudan kemudian sorgum menyebar dari Afrika ke India dan akhirnya masuk ke Indonesia melalui Asia Tenggara.Tumbuhan ini mampu membantu Indonesia mengatasi masalah pangan seperti pada saat musim kemarau serta masalah kekurangan stok beras yang selama ini terjadi di Indonesia. Sorgum merupakan tanaman yang dapat tumbuh di tempat kekeringan. Secara fisiologis, permukaan daun sorgum mengandung lapisan lilin, sistem perakaran yang ektensif (sistem perakaran menyebar), fibrous (akar serabut) dan cenderung membuat tanaman efisien dalam absorpsi dan pemanfaatan air. Beberapa jenis sorgum yang layak dapat di konsumsi manusia diantaranya, Sorghum bicolor dan Sorghum vulgare.

Sorgum merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat sebagai bahan pangan, pakan ternak dan bahan bakar alternatif. Sorgum memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dibanding bahan pangan yang lainnya sehingga cukup potensial sebagai bahan pangan pengganti beras. Bahan Pangan Kalori (kal) Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Air (%) Serat (%) Ca (mg) P (mg) Fe (mg) Sorgum 332 11 3,30 73 11,20 2,30 28 287 4,40 Beras 360 7 6,70 79 9,80 1 6 147 0,80 Jagung 361 9 4,50 72 13,50 2,70 9 380 4,60 Sumber (Beti, dkk. 1990) Biji sorgum untuk keperluan pakan dapat digunakan sebagai pengganti jagung tanpa menurunkan berat daging ternak. Secara umum kualitas biji sorgum tidak berbeda jauh dengan jagung, sehingga pengembangan sorgum dalam bidang peternakan ditunjukkan untuk menggantikan sebagian atau seluruh peranan jagung dalam ransum ternak. Penggunaan biji sorgum dalam ransum pakan ternak bersifat suplemen atau pengganti jagung. Daun dan batang segar dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Setiap ekor sapi mengkonsumsi rata-rata 15 kg daun segar/hari. Batang dan daun sorgum dapat dimanfaatkan untuk membuat etanol, batangnya dihancurkan dan menghasilkan cairan manis, kemudian difermentasi dan selanjutnya dilakukan pemurnian untuk mendapatkan bioetanol.

Spesies:
Potensi Sorgum Sebagai Pangan, Pakan Ternak, dan Etanol

Nama Local:
Tanaman sorgum

Nama Latin:
Sorghum bicolor

Habitat:
Lahan kering

Distribusi:
Tanaman ini memiliki adaptasi luas dan tahan terhadap kekeringan. Sorgum berasal dari Afrika dan dibudidayakan pertama kali sekitar seratus tahun yang lalu di Afrika Tengah bagian timur, yaitu antara Ethiopia dan Sudan kemudian sorgum menyebar dari Afrika ke India dan akhirnya masuk ke Indonesia melalui Asia Tenggara.

Manfaat/Keunikan:
sebagai bahan pangan, pakan ternak dan bahan bakar alternatif